Bisa jadi ajang bersosialisasi untuk si buah hati.
Berkunjung ke rumah teman? Boleh dibilang, inilah aktivitas yang disukai anak sekolah dasar. Memang sih, niatnya mau
numpang main, tapi sebenarnya banyak hal dapat dipelajari anak lewat kunjungan ke rumah teman. Bahkan ada sekolah
dasar di Bogor yang menjadikan acara berkunjung ke rumah teman sebagai program akhir semesternya.
Tentu saja rumah yang bisa dikunjungi adalah rumah siswa yang bersedia didatangi. Sementara peserta kunjungan tersebut
tak lain adalah teman-teman sekelasnya. Jadi, tidak melibatkan siswa kelas lain agar keakraban yang sudah terjalin
menjadi semakin kuat dan tidak kelewat merepotkan tuan rumah.
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh anak melalui kegiatan ini. Pertama, meningkatkan ikatan persahabatan yang sudah
terjalin tadi. Kedua, menambah wawasan tentang teman dan keluarga yang dikunjungi serta lebih luas mengenai lingkungan
tempat tinggalnya. Soalnya tak jarang setiap lokasi perumahan memiliki kekhasan yang belum tentu ada di lingkungan
tempat tinggalnya. Misalnya, ada balong tempat pemeliharaan ikan, ada danau alam yang berfungsi sebagai resapan air
dan sebagainya. Siswa pun mendapat tambahan wawasan selama di perjalanan.
Ketiga, mengenal tata krama berkunjung ke rumah orang lain. Apalagi ini dilakukan bersama-sama dengan teman-temannya.
Bisa jadi etiketnya pun agak berbeda bila dibandingkan berkunjung sendirian. Setidaknya harus lebih "manis" mengingat
keterbatasan ruang agar tidak terlalu merepotkan tuan rumah. Contohnya, masuk secara bergiliran, tidak terlalu gaduh
agar tidak mengganggu tetangga yang tinggal di sebelah rumah, dan sebagainya.
PEMILIHAN LOKASI
Perihal pemilihan lokasi rumah yang akan dikunjungi sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan.
Kesepakatan ini sebaiknya melibatkan antarsiswa, guru sekaligus orangtua. Selain itu, pertimbangkan pula lokasi
rumah yang akan dikunjungi. Sebaiknya pilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari sekolah sebagai titik pusat. Juga
tidak macet supaya tidak menyita waktu terlalu lama di perjalanan.
Ada baiknya pula pertimbangkan aspek keadilan. Dalam arti, sangat mungkin siswa yang tempat tinggalnya agak jauh dari
sekolah ingin sekali dikunjungi teman-temannya. Sekali lagi, hal ini tergantung kesepakatan antara orangtua, guru,
dan siswa. Bentuk solusinya bisa saja dengan menyiapkan sarana transportasi yang dapat digunakan bersama-sama.
Dengan demikian tidak merepotkan orangtua ataupun pengantar yang mungkin terbatas waktunya.
WAKTU & KEGIATAN
Lama waktu berkunjung sebetulnya tergantung pada kegiatan apa yang akan dilakukan. Apa pun bentuknya, sebaiknya batasi
sekitar 2 jam. Tenggang waktu ini cukup memadai bagi anak usia SD. Sedangkan bila terlalu lama dikhawatirkan akan
merepotkan tuan rumah sekaligus membosankan untuk para siswa.
Ada pun kegiatan yang dapat dilakukan cukup beragam. Namun sebaiknya upayakan kegiatan yang mampu memberi tambahan
pengetahuan. Jadi, tak melulu ngobrol santai atau bermain saja. Melainkan membolehkan para tamu cilik ini melihat
koleksi buku yang dimiliki si tuan rumah, berdiskusi tentang topik yang temanya dapat diambil dari lingkungan rumah
yang dikunjungi. Misalnya, tentang pemeliharaan ikan, kegiatan usaha yang digeluti tuan rumah, dan sebagainya.
Alangkah baiknya pula bila siswa membawakan buah tangan bagi tuan rumah. Tak perlu yang memberatkan yang penting mampu
meningkatkan kadar kehangatan persahabatan. Hal lain yang juga patut mendapat perhatian, hendaknya tuan rumah
melakukan sejumlah persiapan meski tidak perlu berlebihan. Paling tidak persiapan tempat agar tamu yang datang bisa
merasa nyaman selama berkunjung.
PENTINGNYA PENDAMPINGAN
Guru atau pihak sekolah sebagai penggagas hendaknya senantiasa melakukan pendampingan. Dengan demikian kegiatan berkunjung
dapat lebih terkontrol dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Apalagi bila salah satu kegiatan yang dilakukan adalah
diskusi sehingga pemilihan topiknya dapat disesuaikan dengan materi pelajaran di sekolah.
Koordinasikan pula dengan orangtua bagaimana caranya agar acara kunjungan tersebut benar-benar dapat memberi nilai lebih.
Perihal kegiatan detailnya selama berkunjung dapat dirancang sendiri oleh si tuan rumah. Tentu saja yang dirasa tidak
merepotkan namun dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak. Kalau ada yang hobi masak apa salahnya mengajak para
tamu cilik ini untuk masak bersama. Ada pula yang sekadar bermain ke lapangan di dekat rumahnya.
Peran tuan rumah sebaiknya hanya dimunculkan di awal kunjungan agar para tamu cilik ini bisa bicara dan bersikap santai.
Selanjutnya, jika sudah ada kegiatan tertentu yang akan dijalani, tuan rumah hendaknya memberikan privacy kepada mereka.
Diharapkan siswa yang kebetulan menjadi tuan rumah maupun tamu-tamunya dapat mengembangkan kemandirian.
Sumber :
tabloid-nakita.com