Ke Menu Utama

Menu Utama | Untuk Orang Tua | Disfungsi SI

Sub Rubrik

Kolom Pakar
- Hak-hak Anak
- Mengapa Anak Sering berbohong ?
- Ortu vs Anak
- Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak
- Mengenal Autisme
- Mengenal 'Aphasia'
- Peran Komputer Bagi Pendidikan Anak
- Temper Tantrum
- Mencegah Perilaku Buruk Anak
- Mengenal Schizophrenia
- Gejala & Penyebab Stress
- Gaya Belajar Efektif
- Sikap Pemalu Pada Anak
- Mengapa Pelajar berkelahi?
- Indikator Anak Berbakat
- Televisi, teman atau musuh ?
- Meneningkatkan konsentrasi
- Membangun Kepercayaan diri
- Sarapan Yuk!
- Mengajak anak kerja
- Sindroma XXX
- Pendidikan Plus
- Gangguan Artikulasi Pada Anak
- Mengenali Autis sejak dini
- Memilih Sekolah Untuk Anak
- Problematika Anak Remaja
- Menangani gagap pada anak
- Flash Card dan Dot Card
- Faktor Pendukung Kecerdasan Anak
- Saat tepat berkata "Tidak"
- Mengenali Skoliosis
- Mengenalkan uang pada anak
- Yuk, berkebun...
- Mengenali Watak Anak
- Semua anak istimewa
- Memberi Hukuman yang Efektif Kepada Anak
- Memberikan Waktu Bersama Anak
- Membesarkan Anak Yang Kreatif
- Menyikapi Anak Kritis
- Apraxia: Apa, Siapa, dan Mengapa
- Keterampilan motorik halus
- Mengerti Disfungsi SI
- Mengenal & Membimbing Anak Hiperaktif
- Anak suka bercermin
- Tips mengajar anak
- Melatih Kejujuran Anak
- Mengasuh Anak Kembar
- Disleksia
- Manfaat Berkemah Bagi Kecerdasan Natural Anak
- Materi Bukan Jaminan Anak Bahagia
- Mengenali Luka Bakar
- Belajar mendengarkan anak
- Burukkah bahasa gaul ?
- KONSEP DIRI POSITIF
- 5 Langkah Agar Anak Tak Serakah
- Anak laki-laki lebih emosional ?
- Si Tukang Gosip
- Berkunjung ke rumah teman
- Cara Jitu Mengatasi Anak Ngambek
- Generasi Platinum
- Jangan mencemooh anak
- Mengenal Tic dan Tourette
- Menanam Kepekaan Sosial
- Mengenali Gejala Asma
- Tidak Ada Anak 'Bodoh'
- Kiat jitu agar anak mendengar
- Perlukah anak ikut bela diri ?
- KALAH & MENGALAH
- Kehujanan membuat sakit ?
- Berkhasiatkah Madu ?
- Mengenali Epilepsi
- Salahkah metode flashcard ?
- Bullying: Kekerasan Terselubung di Sekolah
- Berperang dengan kleptomania
- Anak melek teknologi
- Tips Anak Belajar Hidup Teratur
- Pentingnya zat besi bagi manusia
- Ibu bekerja & dampaknya bagi anak
- Mengapa anak suka menggigit ?
- Penyebab mimisan dan penanggulangannya
- Mabuk perjalanan
- Mengatasi cedera pada mata
- Es Krim, lezat dan bergizi
- Mewaspadai Trauma Kepala pada Anak
- Kapan harus minum antibiotik ?
- Perlukah anak ikut les ?
- Menangani kejang dan demam
- Renang menambah tinggi badan?
- Mengenali Penyakit Kawasaki
- Mengusir batuk pada anak
- Mengenal penyakit hemofilia
- Mengatasi gerigis pada anak
- Tips Agar Anak Mudah Minum Obat
- Kenali dan atasi infeksi telinga
- Memeriksa kelainan kaki anak
- Kosep Diri Positif
- Cara Efektif 'Menyuruh' Anak
- Sunat, perlu tidak sih ?
- Bila anak keracunan makanan
- Kenali guru anak kita
- Mencegah kutuan pada anak
- Kapan harus ke dokter gigi ?
- Perlukah minyak ikan untuk anak ?
- Macam-macam infeksi kulit pada anak
- Terapi inhalasi
- Orangtua, kendalikan Amarahmu
- Ancaman zat kimia di balik plastik
- Melamin dalam susu ?
- Manfaat dan sumber Lutein
- Bagaimana sariawan terjadi ?
- Tips meciptakan Anak 'Penurut'
- Pentingnya sebuah nama
- Mengenali penyakit difteri
- Anak lengket dengan babysitter
- Memberikan pemahaman seks pada anak
- Info seputar polio
- Remaja & Rokok
- Selektif Pada Permainan Anak
- Mengapa Anak Cadel ?
- Perlukah Program Child Day-Care Bagi Anak Anda?
- Pengaruh Musik pada Anak
- Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak
- Narkoba mengelilingi kita!
- Mendidik Anak Agar Mandiri
- Mengenal Anak Clumsy
- Materi Bukan Jaminan Anak Bahagia
- Berikan kesempatan bermain pada anak
- Cegukan membuat badan tinggi ?
- Hal yang dianggap baik orangtua belum tentu baik bagi anak
- Perlukah menggunakan baby sitter ?
- Makanan penyebab alergi
- Bila anak belum bisa berjalan
- Jadwal Imunisasi
- Menjadi Orangtua Efektif Dalam Praktek
- Bila Anak Berkacamata
- Membesarkan Anak 9-12 Tahun
- Menyikapi anak keras kepala
- Mengenal Asthenopia
- Obat Aman untuk Balita
- Melatih anak atasi konflik
- Anak dominan
- Kemampuan motorik anak terlambat?
Forum Diskusi

Mengerti Disfungsi SI

Apa itu Sensory Integration (SI)?

Contoh berikut akan membantu untuk mengerti tentang Sensory Integration (Integrasi Sensori/Indera) pada manusia :

Ria selesai bermain di halaman rumah, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan langsung bisa mencium aroma masakan yang lezat dari arah dapur. Hmm…! Dari aromanya, sepertinya ibu lagi memasak ayam goreng kesukaannya. Air liur Ria langsung mengalir ketika dia mendengar suara masakan diatur di piring. Dia segera berlari ke dapur dan melihat ibunya sedang meletakkan sepiring ayam goreng di atas meja makan.

Sensori / panca indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan peraba) memberi tahu kita tentang lingkungan kita. Indera-indera kita menerima informasi dari dalam dan luar tubuh kita. Dalam contoh di atas, indera-indera Ria bekerja bersama-sama memberi tahu dia bahwa sesuatu sedang digoreng di dapur (dari suara dan aroma), dan dari baunya dia bisa menebak masakan tersebut adalah ayam goreng, dan indera pengecapnya bereaksi mengeluarkan air liur ketika dia mendengar masakan telah selesai dan siap dihidangkan.

Integrasi sensori atau SI, merujuk tentang bagaimana indera-indera kita bekerja bersama untuk mengatur dan memproses informasi yang diterima oleh indera tersebut. SI diatur oleh system saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang. System indera kita bekerja bersama, memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.

Apa itu Disfungsi SI?

Disfungsi SI menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk menangkap dan menggunakan informasi yang diterima oleh panca indera secara benar. Anak dengan disfungsi SI mempunyai kesulitan mengolah infomasi yang diterima panca inderanya untuk melaksanakan tugas sehari-hari, misalnya memakai baju, makan, atau bermain. Mereka juga mungkin bisa mengalami kesulitan dalam beberapa aktivitas dan situasi social.

Misalnya, mereka mungkin tidak menyukai melukis dengan jari karena mereka tidak suka tangannya basah atau lengket. Atau mereka merasa tidak nyaman di tengah keramaian karena bising dan jumlah orang yang banyak. Disfungsi SI bisa muncul dengan berbagai kombinasi dari indera-indera, yaitu : penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, peraba, atau pergerakan. Pada saat tertentu dalam hidup, kebanyakan orang punya kesulitan mengolah informasi indera, tetapi jika hal ini mengganggu kemampuan kita dalam hidup sehari-hari, tentu saja bisa jadi masalah.

Ciri-ciri umum Disfungsi SI meliputi :

  1. Terlalu responsif atau terlalu tidak responsif terhadap rangsangan indera (misalnya, tidak bisa mentolerir adanya tag (lembaran tanda merk) pada baju, atau mempunyai ambang batas rasa sakit yang tidak biasa)
  2. Tingkat aktivitas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah (lebih dari biasa)
  3. Bergerak terus-menerus atau terlalu cepat merasa capek
  4. Kesulitan dengan gerakan otot yang memerlukan ketelitian (menggunting dengan gunting) dan/atau gerakan otot yang memerlukan rencana (melempar bola)
  5. Masalah mengendalikan diri (misalnya kesulitan menenangkan diri setelah melakukan suatu aktivitas)
  6. Kesulitan mengubah aktivitas-aktivitas
  7. Koordinasi mata-tangan kurang

Catatan : Jika anak menunjukkan beberapa ciri di atas, belum tentu berarti si anak memiliki Disfungsi SI!

Apa yang menyebabkan Disfungsi SI? Para peneliti masih meneliti tentang hal ini, dan mereka memberi beberapa kemungkinan yang mungkin merupakan sebab dari Disfungsi SI :

  1. Faktor keturunan
  2. Saat hamil banyak mengkonsumsi obat-obatan, rocun, narkoba dan alcohol
  3. Trauma saat melahirkan seperti kekurangan oksigen atau operasi Caesar darurat
  4. Sebab-sebab yang tidak diketahui

Apa yang harus saya lakukan jika saya menduga anak saya mempunyai Disfungsi SI?

Jika Anda menduga anak Anda mempunyai Disfungsi SI, konsultasikan ke dokter anak Anda. Dokter bisa merujuk Anda ke Okupasi Terapis untuk menjalani evaluasi SI. Evaluasi ini bisa menunjukkan jika anak memang mengalami Disfungsi SI.

Bagaimana terapi Disfungsi SI dilakukan?

Proses terapi untuk Disfungsi SI dilakukan oleh Okupasi Terapis (OT) yang mempunyai spesialisasi di bidang SI. Okupasi Terapis adalah terapis professional yang membantu individu melakukan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan usianya. Untuk anak-anak, aktivitas ini termasuk melompat, memasang kancing, menggunakan alat-alat makan, menggambar, dan menulis. Tujuannya untuk membantu anak terbiasa dengan aktivitas khusus masa kecil seperti berayun, bermain, dan menggambar. Terapi biasanya berbeda-beda untuk tiap anak sesuai kebutuhan masing-masing. Biasanya kegiatan terapi ini dilakukan di tempat yang mendukung dan mempunyai fasilitas peralatan khusus sehingga anak bisa berayun, melompat, dan yang paling penting, bermain!

Pada beberapa kasus, OT bisa memberikan diet sensori, suatu program rumah yang memungkinkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas untuk mengulang/menguatkan kemampuan-kemampuan yang telah dipelajari dalam terapi. Orang tua diharapkan ikut serta membawa kemampuan yang telah dipelajari tadi ke dalam lingkungan rumah sehari-hari. Sangatlah penting membuat anak berpartisipasi dalam aktivitas yang menarik minat mereka dan menggunakan kelebihan mereka untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

* Lembaga-lembaga terapi biasanya menyediakan pelayanan Okupasi Terapi. Hubungi lembaga terdekat di tempat Anda untuk menanyakan pelayanan Okupasi Terapi dengan spesialisasi di bidang SI dan fasilitasnya.

Bagaimana SI berpengaruh terhadap Terapi Wicara dan Bahasa?

Masalah bicara dan bahasa sering muncul pada anak dengan Disfungsi SI. Terapis Wicara (TW) memegang peranan penting pada terapi. Terapis Wicara sering memadukan aktivitas sensori ke dalam terapi untuk merangsang produksi bahasa pada anak. Aktivitas seperti meniup peluit, berayun, dan meloncat-loncat dengan bola therapeutic memacu produksi bahasa secara spontan. Terapis Wicara dan Okupasi Terapis bekerja bersama untuk memutuskan pendekatan terapi yang paling sesuai bagi anak dengan Disfungsi SI.

Copyright © PT Bangun Satya Wacana 2008
Jl. Palmerah Barat No 29-31 Jakarta 10270 Indonesia telp : (62-21) 5494333, 5301991 Ext : 3807 Web Master