Apa itu Apraxia?
Apraxia atau dyspraxia adalah suatu kelainan bicara yang disebabkan kelainan motorik (otot gerak), yang menghambat
kemampuan seseorang untuk menggerakkan lidah dan bibir secara benar untuk bicara. Apraxia juga bisa mempengaruhi
proses mengunyah dan menelan. “Apraxic Speech” atau kata-kata apraxia mempunyai banyak kesalahan bunyi, dan bisa
terdengar menarik panjang dan/atau tidak rata, melonjak-lonjak. Apraxia juga berpengaruh terhadap kosa kata atau
susunan kata.
Siapa yang mengalami Apraxia?
Siapa pun bisa mengalami apraxia, laki-laki atau perempuan pada usia mana pun. Anak-anak yang terlahir dengan kelainan
ini juga sering disebut mengalami dyspraxia, di mana masalah-masalah lain yang kemudian hari timbul dikenal dengan
apraxia.
Mengapa orang mengalami Apraxia?
Penyebab pasti dyspraxia atau apraxia pada anak-anak masih belum diketahui, dan banyak dilakukan penyelidikan untuk
itu. Belakangan ini, ada banyak kasus yang didokumentasikan mengenai apraxia pada anak-anak, terutama pada kalangan
cacat saraf.
Penyebab paling umum dari Apraxia pada orang dewasa adalah stroke (Cerebral Vascular Accident). Suatu area pada otak
yang disebut “Area Broca” mengendalikan beberapa pengaturan pada proses bicara. Area ini juga berhubungan dengan
kelainan bicara motorik lainnya.
Apa yang bisa dilakukan terhadap Apraxia?
Terapi wicara bisa menolong orang-orang yang mengalami apraxia, pada usia berapa pun. Terapi ini unuk memperbaiki
daerah pergerakan pada bibir dan lidah, memperbaiki peletakan bibir dan lidah untuk bicara, memperbaiki kekuatan
bibir dan lidah, serta memperbaiki koordinasi yang dibutuhkan untuk bicara.
Ada banyak video dan program tersedia di pasaran, tapi ada beberapa teknik terapi yang populer diterapkan, di antaranya
: penggunaan cermin, meniup gelembung udara, menghisap, latihan-latihan lidah dan bibir, terapi menelan, dan latihan
penempatan lidah dan bibir untuk berbagai jenis bunyi.
Ketika seorang anak atau orang dewasa mengalami kelainan artikulasi (pengucapan bunyi), seorang terapis wicara harus
selalu melakukan uji alat pada mulut (Oral Peripheral examination). Pengujian ini adalah untuk mengukur kekuatan,
pergerakan, dan struktur dari seluruh sistem bicara. Tes meliputi pengeceken kerataan gigi, menganalisa langit-langit
keras untuk melihat simetris atau tidak, mengecek berbagai pergerakan bibir dan lidah, menguji uvula (benda bulat
kecil yang menggantung di belakang tenggorokan), dan mengecek koordinasi lidah dan bibir pada waktu digerakkan dengan
cepat dan berubah-ubah.