Narkotika dan Obat-obatan berbahaya saat ini sudah menyebar
ke mana-mana, termasuk di pedesaan bahkan sampai sekolah dasar.
Lalu apa yang kita bisa lakukan untuk mencegah atau meminimalkan
beredarnya zat perusak tersebut? Sebelum menjawab hal tersebut
ada baiknya kita mengetahui sekilas apa itu narkoba.
Jenis-jenis Narkoba
Saat ini jenis narkoba semakin banyak. Diantaranya yang paling
sering digunakana adalah ganja, heroin atau putau
dan kokain. Sedang obat berbahaya yang sering digunakan
adalah sabu, ecstasy dan pil koplo. Obat-obatan ini bisa
menyebabkan orang menjadi kecanduan atau ketagihan sampai
membuat kesadaran orang hilang. Selain jenis-jenis yang telah
disebutkan ada satu jenis lagi barang berbahaya, yaitu minuman
keras yang mengandung kadar alkohol tinggi. Minuman keras tidak kalah
bahayanya dengan narkoba.
Mengapa orang memakai narkoba ?
Banyak alasan yang sering dilontarkan seorang pecandu, mengapa ia
memakai narkoba, diantaranya :
- Awalnya iseng dan untuk mencoba-coba. Sama seperti halnya dengan mencoba-coba rokok.
- Ditawari teman dan tidak bisa menolak karena takut atau segan.
- Ingin lari dari masalah.
Orang yang punya masalah, merasa dirinya tidak sebaik orang lain.
Perasaan itu membuat hidupnya jadi tidak menyenangkan. Kemudian ia
memakai narkoba dengan tujuan untuk melupakan masalah. Dengan memakai
narkoba, ia mengira masalahnya akan hilang. Padahal, begitu dia
sadar masalah itu masih ada dan harus dihadapi, sementara sebagian
tubuh kita sudah terkena dampak buruk narkoba.
Mengapa narkoba tidak baik ?
Narkoba tidak baik bagi kesehatan karena akan merusak sel-sel
saraf otak. Kerusakan ini bisa mengganggu mental dan perilaku kita,
misalnya sulit mengendalikan diri, bicara tidak keruan, mudah
marah dan tersinggung. Narkoba juga merusak tubuh kita dengan
menyerang beberapa organ penting, seperti jantung, paru, hati
dan ginjal. Selain itu, narkoba bisa membuat kita mudah sakit,
mual-mual, muntah, diare, kejang-kejang dan menimbulkan kematian.
Khusus untuk putau, orang yang memakainya bisa ingin tidur terus.
Begitu bangun, dia pakai putaw lagi, lalu tidur lagi. Begitu
seterusnya. Karena itu, biasanya badan pecandu putau menjadi
kurus dan lemah.
Malangnya, orang yang sudah ketagihan akan merasa sakit kalau
tidak memakai narkoba. Sakit yang dialami akan mereda setelah
memakai narkoba lagi. Pemakaian terus menerus dan berlebihan
bisa menyebabkan kematian.
Bentuk narkoba
Narkoba bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa pil,
cairan, bubuk, dan sebagainya. Namun sekarang ada juga narkoba
yang dibentuk menjadi permen berwarna-warni dan punya aneka
rasa. Salah satu permen narkoba ini namanya yaba. Warnanya
menarik dan rasanya manis.
Permen berisi narkoba yang termakan akan menimbulkan rasa pusing
dan sempoyongan. Dan seperti jenis narkoba lainnya, permen
ini bisa membuat orang kecanduan. Karena bentuknya seperti
permen yang manis dan menarik, ada kemungkinan dipasarkan
di lingkungan anak-anak. Ada baiknya untuk menasehati anak-anak
supaya lebih berhati-hati lagi, terutama pada saat membeli
jajanan dan terhadap orang yang menawari panganan dengan gratis.
Jadi, bagi orang tua yang memiliki anak mulai dari tingkat sekolah
dasar harus selalu memberikan waktunya untuk memonitor segala
kegiatan anak baik di lingkungan
rumah maupun sekolah. Monitoring tidak selalu dengan terlalu
mengekang anak. Banyak cara memonitor anak dengan cara yang baik.
Mudah-mudahan generasi muda Indonesia tidak lagi terkotori
dengan Narkoba dan minuman keras yang dapat merusak generasi
ini menjadi generasi yang lemah.
Sumber :
http://sekolahindonesia.com