3. Adam Malik
Adam Malik lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917. Beliau
hanya menempuh pendidikan SD, selanjutnya ia belajar otodidak (belajar sendiri)
Adam Malik yang menggantikan Sri Sultan adalah politikus sangat
terkenal dengan idiom politiknya yang khas, "bisa diatur." Adam Malik
bukan cuma politikus ulung, tapi juga diplomat dan wartawan. Beliau
merupakan salah seorang penandatangan deklarasi berdirinya ASEAN tanggal
8 Agustus 1967 di Bangkok (Thailand). Ketika menjadi Ketua MPR/DPR walaupun hanya enam bulan (Oktober1977-Maret 1978),
ia telah mengubah citra DPR sehingga rakyat mau mengadu ke DPR.
Beliau mendapat penghargaan karena jasa-jasanya yang luar biasa dan
tindak kepahlawanannya dalam perjuangan melawan penjajah dan
mempertahankan prinsip kemerdekaan serta membangun negara dan bangsa
Indonesia pada umumnya, khususnya dalam membawakan politik luar negeri
bebas aktif serta memperjuangkan integrasi Timor Timur, pembebasan
Irian Barat dan merumuskan ASEAN.
Sebagian jabatan dan kegiatan yang pernah diembannya adalah :
- Ketua III KNIP (1945-1947)
- Mendirikan Partai Rakyat (1946)
- Aktif dalam Partai Murba (1946-1948)
- Anggota Parlemen (1956)
- Anggota DPA (1959)
- Duta besar di Unisovyet dan Polandia (1959)
- Wakil Perdana Menteri II/Menlu ad interim dan Menlu RI (1966-1977)
- Wakil Presiden RI (1973-1978)
Beliau meninggal dunia di Bandung pada 5 September 1984.
4. Umar Wirahadikusuma
Umar Wirahadikusuma lahir pada tanggal 10 Oktober 1924 di Sumedang, Jawa
Barat. Istri beliau bernama Ny Karlinah Djaja Atmadja. Beliau memulai
pendidikan ketentaraan pada zaman Jepang di
daerah Tangerang, kemudian bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air).
Beliau membentuk TKR (Tentara Keamanan Rakyat) di Cicalengka pada tanggal
1 September 1945.
Pendidikan Umum:
Eropesche Lagere School (1935-1942)
MULO (1942-1945)
SMA (1955-1957)
Universitas Padjadjaran (1957)
Pendidikan Militer:
Sunen Dancho (1943)
PETA (1944)
Chandra Muka (1951)
SSK AD (1955)
Sus Jenderal (1966)
Sebagian Jabatan yang pernah diembannya adalah :
- Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Cicalengka (1945)
- Wakas Res. X Tasik (1946)
- Ajudan Panglima Kodam (Pangdam) VI
- Dirlat di Garut (1947)
- Komandan Batalyon (Danyon) 1-U/III Cirebon (1947),
- Danyon IV/Be XIII Solo (1949),
- Komandan Komando Militer Kota (Dan KMK) Cirebon
- Kas Ur Ex Knil Div Siliwangi (1950),
- Ka Su-II Div. Siliwangi (1951),
- Kas Brigif-L Cirebon (1952),
- Dan Res XI/Cop Sektor A-1 (1952-l953)
- lnspektur Jenderal (Irjen) T & TIll (1953-1954)
- Pengganti Sementara (Pgs) Su.2 TT III (1954-1957)
- Dan Men 10-Dan RTP Sibolga (1957)
- Komandan Komando Militer Kota Besar (Dan KMKB) Jakarta Raya (1959).
- Pejabat (Ps) Pangdam V/Jaya-I (1960)
- Pangdam V/Jaya-1 (1961-l965)
- Panglima Komando Strategi Tjadangan Angkatan Darat (Pangkostrad) (1965-l967)
- Pangkolaga (1966)
- Wakil Panglima Angkatan Darat (Wapangad) (1967.1969)
- Kepala Staf AD -(Desember 1969-AprII1973)
- Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK) (1973-l9B3)
- Wakil Presiden RI (1983.1988)
Beliau wafat di Jakarta, tanggal 21 Maret 2003.
5. Sudharmono (1988-19993)
Wakil Presiden ke-5 ini lahir di Gresik, Jawa Timur pada tanggal 12 Maret
1927. Beliau adalah seorang anak yatim piatu. Ibunya meninggal dunia ketika
ia berumur 3 tahun. 6 bulan kemudian ayahnyapun meninggal dunia. Beliau
adalah seorang yang berhasil karena
kerja keras dan ketekunannya serta tidak suka menonjolkan dirinya.
Sebagian jabatan dan tugas yang pernah diembannya adalah :
- Jaksa tentara di Medan (tahun 1957-1961)
- Sekretaris Kabinet merangkap Sekretaris Dewan Stabilitas Ekonomi
(1966-172)
- Menteri Sekretaris Negara (1973-1988)
- Ketua Umum GOLKAR (tahun 1983-1988)
- Wakil Presiden (1988-1993)
Ketika masih bertugas beliau menjalankan fungsi pengawasan,
dengan membuat Tromol
Pos 5000 yang memberikan kesempatan bagi masyarakat melakukan kontrol
sosial dan mendorong fungsi waskat (pengawasan melekat) kepada Pemerintah
dan Instansi (lembaga) lainnya.
6. Try Sutrisno
Beliau lahir di Surabaya, 15 November 1935.
Pendidikan :
- Menamatkan pendidikan dari sekolah dasar sampai dengan sekolah tingkat menengah atas
- Tahun 1955 masuk pendidikan Akademi Tehnik Militer Angkatan Darat
(ATEKAD) di bandung. Selesai tahun 1959
Jabatan dan tugas yang pernah diemban sebelum menjadi Wakil Presiden :
- Mengikuti operasi pemberantasan gerakan DI/TII di Aceh tahun 1957
- Komandan Pleton Zeni tempur di Palembang, 1960-1962 ikut serta dalam
pembebasan Irian Barat
- Tahun 1970-1972, Komandan Batalyon Tempur X Amphibi di Surabaya
- Kepala Biro Staf Umum Angkatan Darat dari tahun 1972-1974
- Ajudan Presiden RI (1974-1978)
- Kepala Staf Kodam XVI Udayana (1978-1979)
- Panglima Kodam IV/Sriwijaya di Palembang (1979-1982) dengan pangkat Brigjen
- 27 Desember 1982 dilantik menjadi Panglima Kodam V/Jaya
- 27 Februari 1988 diangkat menjadi Panglima ABRI menggantikan LB.Moerdani
- Terpilih menjadi wakil presiden pada Kabinet Pembangunan IV (1993-1998)
Wakil Presiden Indonesia selanjutnya