Teman-teman pernah dengar huruf Braille? Iya benar,
huruf Braille adalah huruf yang dibuat khusus untuk tuna netra. Hurufnya
dibuat seperti titik yang timbul. Siapa ya yang membuatnya? Ya, yang membuatnya
(menggagas) adalah Louis Braille, seorang berkebangsaan Perancis. Mau tahu
biografi singkatnya? Baca terus artikel ini….
Louis Braille dilahirkan pada tahun 1809 di Coupvray, Perancis. Louis Braille
merupakan anak seorang tukang kulit dan mempunyai penglihatan normal
ketika kecil. Ketika berusia 3 tahun, ketika ia bermain-main di
toko perlengkapan kuda ayahnya, matanya terkena salah satu peralatan kuda
ayahnya. Akibat kejadian itu, sebelah matanya menjadi buta, kemudian
infeksi pada matanya menyebabkan ia kehilangan penglihatan di kedua
belah matanya.
Pada tahun 1816, ada sebuah kabar baik untuk Braille. Seorang kapten perang
yang bernama Charles Barbier telah menemukan suatu metode menulis dengan
menggunakan titik dan tanda garis. Metode tersebut biasa digunakan pada
peperangan di malam hari. Metode tersebut sangat bagus, tetapi masih sulit untuk
dipelajari. Braille muda menganalisa kekurangan dari metode tersebut.
Ia menemukan bahwa pada metode tersebut, belum ada tanda baca dan notasi
musik, dan memerlukan beratus-ratus titik dan garis untuk membuat satu kalimat.
Pada tahun 1819, ketika berusia 10 tahun, Louis Braille telah mendapat beasiswa
untuk belajar di Paris di Institute Kanak-Kanak Buta. Ia tumbuh menjadi
anak yang pintar dan termuda di antara 63 murid lainnya. Sekitar setahun
kemudian, kepala sekolahnya diganti oleh kepala sekolah yang baru. Kepala
sekolah yang baru ini lebih ramah dan baik pada murid-muridnya, terutama
pada Louis Braille.
Penggasas Institute tersebut telah mendapat idea untuk membekalkan buku
dengan huruf timbul untuk dibaca oleh orang buta. Buku-buku tersebut agak
sukar dibaca, tebal dan mahal untuk dibuat, dengan setiap hurufnya sebesar
1 inci tingginya. Pada tahun 1821, seorang pegawai tentera telah
membuktikan bahawa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda
sengkang dapat ditekan di atas kertas tebal untuk kegunaan perhubungan
ketenteraan pada waktu malam ketika dalam parit pertahanan.
Louis Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkenaan sistem braille
pada tahun 1829 dan 1837. Pada permulaannya terdapat halangan oleh
mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, bagaimanapun Louis
Braille sentiasa gigih menyebarkan tulisan braille. Sistem tulisan
braille itu sentiasa diperelokkan dan sehingga kini terdapat pelbagai
tanda untuk membolehkan penulisan untuk nota musik, bahasa Arab,
bahasa Malaysia, metamatik, dan lain-lain dilakukan dan membolehkan buku-buku braille dicetak. Kini terdapat pencetak yang dapat mencetak buku-buku braille dengan pantas, tetapi masih belum berupaya untuk mencetak gambar untuk digunakan dalam buku-buku braille. Louis Braille menjadi seorang guru yang gigih di sekolahnya dan melalui usahanya beribu-ribu orang buta dapat membaca. Louis Braillemeninggal tahun 1852 disebabkan batuk kering 'Tuberculosis'.