Teman-teman pasti tahu buah rambutan bukan? Bagaimana cara mengenalinya? Mudah kok... Rambutan umumnya
berwarna merah dan ukuran tidak besar serta memiliki rambut-rambut di kulitnya. Saat ini
kita mudah menemukan rambutan yang dijual di pasar dan pinggir jalan karena memang sedang musimnya.
Mau tahu lebih lanjut tentang
rambutan? Ayo kita baca kelanjutan artikel ini…
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini
memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman
dataran rendah, hingga ketinggian 300--600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang.
Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong,
panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip,
tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung
ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda.
Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu
pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4-5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku.
Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal.
Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung
air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir
musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis
rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan
tunas, atau dicangkok
Rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan salah satu jenis buah-buahan yang
mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh manusia dan merupakan tanaman tropis yang
tergolong ke dalam famili Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata Rambutan
berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.
Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, the kepulauan Karibia , Amerika Tengah,
India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka
Rambutan tumbuh di mana?
Rambutan tumbuh baik pada tanah yang subur, gembur, dan mengandung sedikit
pasir, pH tanah 6,5 - 7. Rambutan mampu tumbuh pada segala tipe-tanah, asal
cukup mengandung bahan organik. Tidak tahan pada air yang dangkal dan
menggenang. Tinggi tempat antara 30- 500 meter, di atas permukaan air laut. Curah
hujan 1500 - 2500 mm dan merata sepanjang tahun. Pada waktu berbunga
membutuhkan waktu 3 bulan kering.
Jenis-jenis rambutan
Rambutan Rapiah, Aceh lebak bulus, Simacan, Binjai, Sinyonya, Garuda, dan
lain-lain.
Cara perkembangbiakan rambutan
Rambutan dapat diperbanyak melalui biji, cangkokan, okulasi, penyusuan. Tanaman yang
berasal dari biji akan berbuah setelah 8 tahun, sedang yang berasal dari
perbanyakatan vegetatif (okulasi, sambung) berbunga setelah 4 tahun.
Bagaimana cara menanamnya?
Untuk menanam rambutan, diperlukan lahan yang cukup luas. Bisa ditanam di pekarangan atau di kebun.
Buatlah jarak tanam tiap pohonnya 10 - 14 m. Kemudian buat ukuran lobang 60 x 60 x 60 cm. Waktu membuat
lobang, tanah galian bagian atas
diangkat ke sebelah kanan lobang, tanah galian bagian bawah ke sebelah kiri
lobang.
Setelah dibiarkan 2 - 4 minggu, tanah galian bagian bawah dikembalikan ke lobang
bagian bawah. Tanah galian bagian atas dicampur dahulu dengan 2 blek pupuk
kandang, lalu dimasukkan ke dalam lobang. Bibit yang telah disiapkan ditanam pada
tanah galian bagian atas yang telah dikembalikan ke lobang, penanaman sebatas
leher akar. Bila perlu diberi naungan atau penegak.
Khasiat buah rambutan
Selain enak dimakan, rambutan juga memiliki sejumlah khasiat bagi
kesehatan. Berbagai referensi menyebutkan, khasiat rambutan yang
baik untuk kesehatan tidak lepas dari kandungan kimia di dalamnya.
Sebab buah rambutan mengandung senyawa tannin. Sedangkan bijinya
mengandung polifenol yang cukup tinggi. Komposisi zat kimia di
dalam biji ini bisa menghasilkan khasiat hipoglikemik untuk menurunkan
kadar gula darah. Sedangkan kulit buahnya mengandung saponin.
Sejumlah pakar tanaman obat juga meyakini daging buah rambutan
mengandung gizi yang cukup lengkap. Mulai dari karbohidrat, protein,
lemak, fosfor, besi, kalsium, sampai vitamin C.
Sejumlah penyakit bisa diobati dengan buah rambutan. Kencing manis
salah satunya. Caranya, lima buah rambutan yang sudah masak,
dipisahkan bijinya, Kemudian biji tersebut dipotong menjadi
bagian-bagian kecil terus digoreng hingga warnanya kuning kehitaman.
Biji ini kemudian ditumbuk hingga halus, dan diseduh dengan air panas.
Setelah dingin, bagian air yang berwarna bening diminum. Sedangkan
ampas atau endapannya dibuang. Ini dilakukan sebelum makan sebanyak
satu hingga tiga kali sehari.
Kulit buah rambutan juga berkhasiat untuk mengatasi demam. Sebanyak
15 gram kulit buah yang kering lalu dicuci dan direbus dengan tiga
gelas air hingga mendidih. Setelah dingin lalu disaring dan diminum.
Ini dilakukan tiga kali sehari.
Rambutan juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi uban. Yang digunakan
adalah daunnya. Caranya, daun rambutan secukupnya lalu ditumbuk
hingga halus. Selanjutnya tambahkan sedikit air dan diaduk hingga
rata. Kemudian peraslah airnya lalu disaring. Air ini kemudian
digunakan untuk membasahi rambut. Agar hasilnya maksimal, lakukan
hal ini setiap hari hingga rambut terlihat lebih hitam.
Sumber :
www.iptek.net.id
Wikipedia
republika.co.id