"Empat Sehat Lima Sempurna"
"Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat".
Slogan ataupun semboyan tersebut mungkin sering kita dengar. Tapi
kenyataannya, beberapa wilayah Indonesia saat ini, dan bahkan di Jakarta
masih banyak anak-anak dan usia balita yang kondisi tubunya sangat
memprihatinkan karena kekurangan gizi (gizi buruk). Mengapa hal itu terjadi?
Gizi makanan sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan
aktifitas tubuh kita. Tanpa asupan gizi yang cukup maka kemungkinan besar
kita mudah terkena penyakit, misalnya penyakit yang menyerang pencernaan.
Lalu apa ya kira-kira penyebab gizi buruk tersebut?
Beberapa penyebab gizi buruk
Pada tahun 1988, UNICEF, salah satu badan organisasi PBB yang khusus
bergerak dibidang kesejahteraan anak telah mengembangkan kerangka
konsep perbaikan gizi. Dalam kerangka tersebut ditunjukkan bahwa masalah gizi
kurang dapat disebabkan oleh:
- Penyebab langsung
Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi
kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit.
Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya
dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh
cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.
- Penyebab tidak langsung
Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu :
- Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai.
Setiap keluarga diharapkan
mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah
yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya.
- Pola pengasuhan anak kurang memadai.
Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan
dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh
kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial.
- Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai.
Sistim pelayanan kesehatan
yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan
kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan.
Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan
ketrampilan keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan,
makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan maka
akan makin banyak keluarga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan.
- Pokok masalah di masyarakat
Kurangnya pemberdayaan keluarga dan kurangnya pemanfaatan sumber daya masyarakat
berkaitan dengan berbagai faktor langsung maupun tidak langsung.
- Akar masalah
Kurangnya pemberdayaan wanita dan keluarga serta kurangnya pemanfaatan sumber
daya masyarakat terkait dengan meningkatnya pengangguran, inflasi dan
kemiskinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi, politik dan keresahan sosial yang
menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Keadaan tersebut teleh memicu munculnya kasus-kasus
gizi buruk akibat kemiskinan dan ketahanan pangan keluarga yang tidak memadai.
Setelah membaca penjelasan di atas, mudah-mudahan kita jadi lebih memahami bahwa
kekurangan gizi dapat menyebabkan beberapa hal buruk yang tidak kita inginkan.
Karenanya, mari kita sama-sama memperbaiki gizi kita dan membantu memperbaiki gizi
teman dan saudara-saudara kita. Caranya mungkin bisa saja kita aktif dalam lingkungan
kita maupun organisasi yang memang berkonsentrasi dalam hal gizi anak dan keluarga.
Bagi adik-adik pelajar, jangan malas untuk makan. Makanlah makanan yang bergizi
tinggi. Jika harus jajan, belilah makanan yang baik dan bersih.
Gizi yang baik sangat berpengaruh untuk mencetak manusia yang berkualitas baik.
Jika artikel ini belum menjelaskan semua hal tentang "gizi", teman-teman bisa
membacanya secara lengkap di
www.gizi.net
Sumber :
http://www.gizi.net