Mengenal Bintang
|
Bintang merupakan benda angkasa selain matahari, yang bersinar di malam hari. Bintang
akan mengalami perubahan sesuai dengan usianya. Perubahannya memerlukan waktu yang sangat
lama, bisa sampai jutaan bahkan milyaran tahun. Sangat-sangat lama bukan ?
Jika dilihat dari dekat, bentuk bintang seperti bola besar yang terdiri dari berbagai
gas yang memiliki panas dan memancarkan cahaya. Lalu, dari mana datangnya bintang dan
apa yang terjadi ketika usia bintang menjadi bertambah? Jika ingin tahu jawabannya,
silahkan lanjutkan membaca artikel ini...
Bagaimana Bintang Terbentuk ?
Galaksi terdiri dari awan-awan yang berisi debu dan gas, sama seperti bintang.
Di dalam awan-awan galaksi itulah awal dari munculnya sinar-sinar bintang. Gas
yang terkumpul dalam awan-awan tersebut (sebagian besar adalah hidrogen) terdorong
bersama-sama ke sebuah awan lainnya. Lalu awan ini mulai berputar. Atom-atom
gas mulai bergesakan satu sama lain, semakin lama semakin cepat. Hal ini membuat
energi panas. Awan tersebut menjadi panas dan semakin panas. Dan akhirnya,
terjadilah kejadian yang disebut "nuclear fusion" (perpaduan/penyatuan nuklir).
Awan tersebut menjadi bersinar. Nah, awan tersebut yang sering disebut
sebagai "protostar" inilah yang merupakan bentuk awal dari sebuah bintang.
Karena letak bintang yang sangat jauh dari bumi, maka bintang hanya terlihat seperti
titik cahaya. Karenanya, saat ini, sudah ada alat yang dinamakan teleskop, yang bisa
melihat benda angkasa lebih jelas. Kemudian,
seiring dengan perkembangan teknologi, jarak bintang dan jarak benda angkasa lain sudah
dapat diukur dengan "Tahun cahaya" (light year=ly) dan "Parsec" (pc). Satu tahun cahaya
adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun yaitu 9,4607x1012
km. Satu Parsec adalah sama dengan 3,26 tahun cahaya.
Jarak bintang
Data di bawah ini adalah 11 bintang terdekat dengan Bumi, yaitu bintang-bintang
dalam 3 parsec atau 10 tahun cahaya. Jarak bintang terjauh dalam
galaksi diperkirakan 19.325 pc (63.000 tahun cahaya)
- Proxima Centauri
: 1,31 pc (4,28 tahun cahaya)
- Alpha Centauri A
: 1,34 pc (4,35 tahun cahaya)
- Alpha Centauri B
: 1,34 pc (4,35 tahun cahaya)
- Barnard's Star
: 1,8 pc (5,8 tahun cahaya)
- Wolf 359
: 2,3 pc (7,6 tahun cahaya)
- Lalande 21185
: 2,5 pc (8,1 tahun cahaya)
- Sirius A
: 2,65 pc (8,7 tahun cahaya)
- Sirius B
: 2,65 pc (8,7 tahun cahaya)
- UV Ceti A
: 2,7 pc (8,8 tahun cahaya)
- UV Ceti B
: 2,7 pc (8,8 tahun cahaya)
- Ross
: 154 pc (9,5 tahun cahaya)
Warna dan ukuran bintang

Bintang sering dihubungkan dengan warna (merah, oranye, kuning, biru,
putih), perbandingan dan kecermelangannya (kerdil, raksasa, super
raksasa). Matahari adalah bintang kerdil berwarna kuning. Bintang
biru dan putih lebih panas daripada matahari, tetapi bintang oranye
dan merah lebih dingin. Di bawah ini adalah perbandingan ukuran dan
kecemerlangan sinar 5 jenis bintang dengan matahari.
- Sirius B :
putih kerdil, garis tengahnya 1/100 garis tengah matahari,
kecemerlangannya 1/400 dari matahari
- Barnard's Star :
merah kerdil, garis tengahnya 1/10 garis tengah matahari,
kecemerlangannya 1/2000 dari matahari
- Matahari :
kuning kerdil
- Capella :
kuning raksasa, garis tengahnya 16 kali garis matahari, kecemerlangannya 150 kali kecemerlangan matahari
- Ringel :
biru-putih raksasa, garis tengahnya 80 kali garis tengah matahari, kecemerlangannya 60.000 kali kecemerlangan matahari
- Betelgeux :
merah sangat raksasa, garis tengahnya 300-400 kali garis tengah matahari, kecemerlangannya 15.000 kali kecemerlangan matahari
Sumber : 1002 Fakta dan Data (Elexmedia)
|
|