Kerusakan lingkungan terus berlangsung, baik di Indonesia maupun negara lainnya.
Kerusakan udara terjadi karena polusi yang sudah sangat tinggi, udara menjadi berdebu,
berkabut bahkan dipenuhi dengan asap knalpot yang berbau tak sedap serta membuat
mata perih. Mungkin ada orang yang menganggap hal tersebut sebagai hal yang normal.
Padahal kualitas udara sangat mempengaruhi kesehatan kita. Kemudian, kerusakan hutan
terjadi karena penebangan liar yang terus terjadi hingga saat ini. Kerusakan laut,
terjadi karena penangkapan/pengambilan sumber daya laut yang tidak memikirkan
keseimbangan ekosistem laut. Karena hal-hal tersebut maka negara-negara di dunia
mendeklarasikan tanggal 5 Juni 1972 sebagai hari lingkungan hidup.
Selanjutnya, setiap tahunnya tepatnya tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari
Lingkungan Hidup. Di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Medan,
Surabaya, Bandung, Semarang sudah mengalami masalah pencemaran udara yang parah.
Zat pencemar tersebut bernama timbal (Pb). Laporan BPLHD Jawa Barat ASER 2002
menggambarkan dengan jelas telah merosotnya nilai pH air hujan. pH adalah ukuran
derajat keasaman zat cair. Makin rendah nilai pH, makin tinggi derajat keasamannya.
Hingga sekitar tahun 1997 pH air hujan berkisar antara 6 dan 7. Setelah itu pH
dengan drastis turun hingga mencapai nilai hampir 3.
Zat-zat Pencemar dan dampaknya
Penyebab penurunan pH itu ialah
kandungan oksida nitrogen dan oksida belerang dalam udara yang mengalami oksidasi
menjadi asam nitrat dan asam sulfat.Dengan adanya hujan asam, pH air tanah juga
turun. pH yang rendah mempermudah larutnya logam berat dari tanah, misalnya kadmium (Cd).
Penyerapannya oleh tumbuhan pun meningkat sehingga kandungan logam berat dalam
tumbuhan meningkat, misalnya sayuran. Cd terdapat sebagai kotoran dalam pupuk fosfor.
Karena kita menggunakan makin banyak pupuk fosfor, kandungan Cd dalam tanah mengalami
peningkatan. Dengan adanya hujan asam kandungannya dalam sayuran juga meningkat.
Di Amerika Serikat dan Eropa risiko ini sangat diwaspadai dan telah dilakukan penelitian
dan pemantauan dengan teliti.
Cd adalah penyebab penyakit itai-itai yang
pertama kali dilaporkan di Jepang pada tahun 1950-an. Penyakit ini menyebabkan
kerapuhan tulang. Penderita sering mengalami patah tulang di banyak tempat
(multifracture). Sumber Cd ialah air irigasi sawah yang menerima limbah tambang seng.
Korban penyakit itai-itai ialah penduduk yang memakan beras dari daerah yang
menggunakan air irigasi tersebut. Dengan adanya hujan asam, kita pun menghadapi risiko
penyakit itai-itai. Logam lain yang mengalami kenaikan kelarutan dengan adanya hujan
asam dan turunnya pH air tanah ialah timbal (Pb). Penduduk yang mendapat air
minum PDAM yang masih menggunakan pipa timbal menghadapi risiko kenaikan Pb dalam
air minumnya. Sumber Pb lain yang lebih penting ialah bensin bertimbal yang masih
kita gunakan. Pb itu disemburkan dari knalpot mobil ke udara.
Pb mempunyai dampak kesehatan yang luas dan berbahaya. Pb mempengaruhi hampir semua
organ tubuh, misalnya ginjal dan hati. Ia juga mempengaruhi metabolisme sintesis
darah merah, sehingga dapat menyebabkan anemi (kurang darah). Pb ditimbun dalam tulang.
Pada waktu orang mengalami stres, Pb diremobilisasi dari tulang dan masuk ke dalam
peredaran darah serta menimbulkan risiko terjadinya peracunan. Pada perempuan, Pb
mengganggu sistem reproduksinya. Daur menstruasi terganggu dan menjadi tak teratur.
Risiko keguguran kandungan meningkat. Juga timbul risiko lahirnya bayi di bawah
berat normal yang pertumbuhan selanjutnya juga terganggu dan dibawah pertumbuhan
bayi normal. Pada perempuan yang mengandung, Pb yang tertimbun dalam tulang juga
diremobilasi dan masuk ke dalam peredaran darah. Dari peredaran darah ibu Pb masuk
ke dalam janin dan menghambat perkembangan sistem syaraf.
Dampak berlanjut pada balita yang hidup di daerah yang udaranya tercemar Pb.
Meskipun kadar Pb dalam air susu ibu rendah, namun toh meningkatkan risiko pada
bayi yang mendapat air susu ibu. Perkembangan sistem syarafnya terhambat. Anak menghadapi
risiko penyakit nerotik, sukar belajar dan penurunan tingkat IQ. Kesehatan dan
pertumbuhan bayi terganggu. Kematian balita meningkat.Pada laki-laki Pb juga mengganggu
sistem reproduksinya. Jumlah sperma yang diproduksi menurun. Kualitas sperma juga
turun dengan terbentuknya sperma yang cacat. Sperma yang cacat ini membawa risiko lahirnya
bayi cacat. Pada laki-laki yang darahnya tercemar Pb libidonya turun dan dapat menyebabkan
impotensi dan disfungsi ereksi. Pada lansia, Pb mempercepat proses penuaan dan
memperpendek umur.
Tindakan Tegas Terhadap Pencemaran
Dari uraian di atas sangat jelas bahwa tindakan tegas harus dilakukan untuk mengurangi
pencemaran udara. Kita dan anak-cucu kita sedang mengalami pencemaran itu. Karena
transportasi merupakan sumber utama pencemaran udara, prioritas utama harus diberikan
pada sektor transportasi. Tindakan uji emisi knalpot telah dilakukan. Namun dampaknya
sangat minim, karena tak ditindaklanjuti dengan tidakan tegas pada para pelanggar.
KKN juga masih banyak berlaku di sini. Dengan makin meningkatnya jumlah kendaraan,
makin banyak terjadi pembakaran BBM. Masalah diperparah dengan makin banyaknya
terjadi kemacetan lalulintas, sehingga efisiensi penggunaan BBM makin turun,
yaitu per km-penumpang dibutuhkan lebih banyak BBM.
Dengan meningkatnya jumlah pembakaran BBM, meningkatlah pula pencemaran udara.
Dampak terhadap kesehatan pun meningkat.
Uraian ini mengisyaratkan bahwa masalah
pencemaran udara hanya dapat dikurangi oleh suatu kebijakan terpadu yang dibuat oleh
pemerintah dengan sebijaksana mungkin. Misalnya denga kebijakan pengurangan
jumlah kendaraan bermotor di jalan atau menyediakan bus umum yang nyaman, aman,
dan tepat waktu.
Selain itu menambah/membuat taman-taman kota, bukannya malah menambah bangunan-bangunan tinggi
yang mengurangi lahan taman kota. Dengan hari lingkungan hidup tahun ini, kita semua
harus mendukung kebijaksanaan yang memang membuat lingkungan menjadi nyaman, aman, bersih
dan bebas dari polusi ataupun pencemaran. Karenanya peran dari setiap warga negara
sangat penting dalam menjaga lingkungan kita. Jangan sampai anak dan cucu kita
nantinya mendapatkan lingkungan yang penuh dengan polusi dan pencemaran.
Sumber : pikiran-rakyat.com