Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 200 juta lebih. Dari sekian
banyak jumlah itu, ternyata masih banyak penduduk Indonesia yang belum memiliki
kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Karena itulah, penduduk Indonesia
masih banyak yang tidak dapat membaca dan menulis. Pada sebuah penelitian mengenai
jumlah penduduk yang buta aksara, buta angka dan buta bahasa, ternyata Indonesia
menempati urutan ke 107 dari 147 negara.. Sangat memprihatinkan bukan?
Mungkin, berlatar belakang dari hal tersebut, pemerintah membuat satu hari
khusus untuk memperingatinya. Hari tersebut disebut juga dengan nama "hari aksara".
Arti kata 'aksara'
Sebelum membahas lanjut tentang hari aksara, ada baiknya kita mengetahui lebih
dahulu, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan aksara?
Dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi kedua yang diterbitkan oleh balai
pustaka, kata 'aksara' diartikan sebagai "sistem tanda-tanda grafis yang dipakai
manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran". Tetapi,
umumnya kata aksara diartikan juga "huruf dan tulisan"
Peran kita dalam memberantas buta aksara
Nah, menyambut hari aksara ini, apa yang dapat dilakukan untuk membantu saudara
kita yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tersebut ? Banyak hal
yang dapat kita lakukan... Misalnya membantu program pemerintah yaitu "Kejar
Paket A" kita bisa menjadi sukarelawan (pengajar) untuk mengajar membaca dan
menulis. Hal lain yang dapat kita lakukan misalnya saja menjadi orang
tua asuh, atau di kenal dengan program GNOTA (Gerakan Nasional Orang tua
Asuh). Atau bagi teman-teman pelajar juga bisa membantu teman-teman
yang belum dapat baca tulis dengan cara mengajaknya belajar bersama.
Mudah-mudahan dengan adanya peringatan hari aksara ini, pemerintah semakin sadar bahwa
tugas yang diembannya tidaklah mudah, pemerintah harus benar-benar berusaha mensejahterakan
warganya, terutama dalam masalah buta aksara tersebut. Peran serta masyarakat lainnya pun
sangat diperlukan, karena tanpa adanya peran serta aktif dari seluruh warga negara Indonesia,
rasanya pemberantasan buta huruf akan sulit dilakukan.