Seekor singa sedang tidur-tiduran di sebuah padang rumput di hutan. Karena perutnya
sudah kenyang, ia pun tertidur. Di tengah-tengah tidurnya yang pulas seekor nyamuk
terbang mengelilingi sang raja hutan tersebut. Si nyamuk hendak mengisap darah singa itu.
Suara nyamuk yang mendengung membuat singa terbangun.. Ia merasa terusik dengan si nyamuk.
”Mmhhh... Awas kau nyamuk! Kau sudah mengganggu tidurku. Singa berusaha menangkap si
nyamuk tapi dengan gesitnya si nyamuk bisa menghindar. ”Kau menyombongkan dirimu sebagai
raja binatang. Tetapi aku tak takut padamu,” ejek Nyamuk.
Singa marah sekali. Sementara itu nyamuk mencari kesempatan untuk menggigitnya.
Mengakulah kalah, Taring dan cakarmu yang tajam itu pun tak mampu menyakiti diriku.
Nah sekarang giliranku,” kata nyamuk lagi. Kemudian ia mengembangkan sayapnya sambil
mengepak-ngepakkannya dengan dahsyat. Tak lama, nyamuk-nyamuk lain berdatangan.
”Pasukan serbu....” teriaknya. Kawanan nyamuk pun segera menyerbu. ”Tolong...” teriak
Singa sembari menggaruk wajahnya. Karena tak tahan, Singa melompat ke sungai
untuk mengompres wajahnya yang bengkak. ”Sekarang akuilah kekalahanmu,” seru Nyamuk.
Lalu ia terbang dengan congkaknya. Tiba-tiba ia terjerat ke dalam sarang laba-laba.
Ia berusaha keras untuk meloloskan diri. Tetapi laba-laba itu dengan cepat menyerang
dan membunuhnya. ”Oh, tak pernah kubayangkan aku akan mati oleh makhluk sekecil ini
setelah berhasil mengalahkan Singa si Raja hutan,” tangisnya..
Pesan moral : Jangan pernah menganggap suatu hal yang kecil dapat dengan
mudah dilakukan. Dan jangan pernah merasa sombong dengan keberhasilan melakukan
sesuatu hal yang besar.
Sumber : Serial Fabel Indonesia, Elexmedia