Ke Menu Utama

Menu Utama | Pengetahuan Umum | Sigung

Sub Rubrik

Alam Semesta
- Tata Surya
- KOMET
- TERJADINYA GERHANA
- Bulan
- Bagaimana angin bertiup ?
- Lapisan Ozon
- Apakah Galaksi Itu ?
- Asteroid dan Meteor
- Mengenal Bintang
- Bagaimana Embun Terjadi?
- Bagaimana awan terbentuk ?
- Sejarah Astronomi
- Tokoh-Tokoh Astronomi
- Kekuatan petir yang tersembunyi
- Rasi bintang
- Warna-warni pelangi
- Ada lubang di angkasa ?
- Mengenal Laut Mati
- Tahukah kamu?
Bumi Dan Alam Lingkungannya
- Gunung Berapi
- GURUN
- Mengapa Terjadi Banjir ?
- GEMPA BUMI
- Udara
- Air...
- Api dan asal-usulnya
- Bagaimana Kabut Terbentuk ?
- TSUNAMI
- R a w a
- Sampah & Pengelolaannya
- Asal Usul Batubara
- Banjir datang lagi...
- Mengenal hujan dan proses terjadinya
- Sejarah Kalpataru
- Peliharalah Terumbu Karang
- Salju, Fenomena Alam yang Menakjubkan
Manusia Dan Kehidupannya
- Sistem Pencernaan
- Sistem Saraf
- Sistem Pernafasan Manusia
- Susunan Gigi
- TELINGA
- Alat Penglihatan Manusia
- Ayo... Cegah Penyakit DBD
- Kerangka tubuh manusia
- FUNGSI DARAH
- Pentingnya Gizi Bagi Tubuh
- Imunisasi
- Mahkota Kepala
- Mengenal Bakteri
- Mengenal Magnet
- Struktur Kulit Manusia
- Golongan darah
- Vitamin dan manfaatnya
Dunia Binatang
- Kupu-kupu
- KELELAWAR
- GAJAH
- Apakah Burung Itu ?
- Hewan Gurun
- Kanguru Si Jago Lompat
- Sigung
- Koala, Si Tukang Tidur
- Kehidupan Laba-laba
- Keunikan Kuda Laut
- Lumba-Lumba, Sang Arsitek Kapal Selam
- Metamorfosis pada hewan
- Hewan-hewan bercahaya
- Capung: Mesin Terbang Super Canggih
- Warna-warni bunglon
- Nyamuk menghisap darah ?
- Bintang laut
- Ikan Badut
Dunia Tumbuhan
- Proses Fotosintesis
- Proses Reproduksi pada Tumbuhan
- Tumbuhan Laut
- Mengapa Tumbuhan Berbunga ?
- Tumbuhan Gurun
- Pohon Serba Guna
- Tanaman Khas di Indonesia
- Padi
- Eceng Gondok, tumbuhan pengganggu yang bermanfaat
- Bunga Raksasa
- Bunga Eidelweis
- Mengenal khasiat wortel
- Buah Rambutan
- Pohon Kurma
- Buah berduri
- Kacang Kedelai
Serba-serbi
Bank Data
Tokoh Dunia
- Abraham Lincoln
- Albert Einstein
- Charlie Chaplin
- R.A Kartini
- Christhoper Columbus
- Alfred Wagner
- Mengenang Arti Hari Pahlawan 10 November
- Tokoh Hak Asasi Manusia
- Penemu Mesin Uap
- Anders Celsius
- Alexander Graham Bell
- Samuel Morse
- Bapak Kedokteran Dunia
- Louis Braille
- Sejarah Pulpen dan Penemunya…

Sigung

Semua binatang yang hidupnya dari berburu, membutuhkan senjata untuk menangkap mangsanya. Selain itu, ia membutuhkan senjata untuk mempertahankan dirinya. Biasanya binatang akan menyingkir dari hadapan musuhnya yang lebih besar dan kuat darinya dengan berlari dan bersembunyi atau mempergunakan akal untuk mengelabui. Tetapi jika sudah terpojok, untuk atau membela anak-anaknya kesayangannya, ia akan mempertahankan diri dengan caranya masing-masing.Tanpa senjata untuk berburu, atau untuk mempertahankan diri, seekor binatang sulit untuk bertahan hidup di alam yang terkenal dengan "hukum rimba"nya. Artinya, siapa yang kuat dialah yang akan menang.

Nah, salah satu binatang yang mempunyai cara bertahan diri yang aneh adalah 'sigung'. Binatang ini mirip seperti musang dan biasanya hidup di daerah tanah hutan, tanah pertanian, tepi sungai, dan daerah rawa. Phylum Sigung adalah Chordata, subphylumnya: vertebrata, kelas: Mammalia, order: carnivora, family: Mustelidae, species: Mustella putorius. Panjang seluruh badan sigung antara 45 - 60 cm dan panjang ekornya antara 13 - 20 cm. Sigung mempunyai bulu yang kasar dan gelap. Sigung biasanya memangsa katak, burung, kelinci, dan hewan mamalia kecil lainnya. Besar anak sigung yang baru lahir hanya sebesar telapak tangan orang dewasa. Sangat kecil bukan?

Bila seekor sigung ini menundukkan kepala, ekor terangkat, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah, itulah saat ia memberi peringatan pada musuhnya yang mengancam. Barangkali, ia akan berseru, "pergi kau, atau kutembak!" Sigung akan memberi peringatan pada musuhnya sebelum "menembak." Jika musuh tidak mau mundur, ia akan melengkungkan tubuh menjadi berbentuk huruf U. Diarahkannya kepala dan ekornya ke wajah musuh. Lalu disemburnya dengan semprotan yang berbau luar biasa busuknya. Tembakan ini bisa mengarah ke kanan atau kekiri, ke atas, atau lurus. Jarak tembaknya bisa 3 sampai 3,6 meter.

Semprotan itu berasal dari dua kelenjar di bawah ekor sigung. Masing-masing kelenjar memiliki sebuah puting kecil yang letaknya tersembunyi di bawah kulit. Dan ketika sigung menembak, puting- puting itu "meletup" bagaikan sepasang moncong senapan. Moncong-moncong itu memuncratkan dua aliran cairan berminyak yang menjadi satu bentuk semprotan lembut.

Bau cairan sigung amat menyengat dan menyesakkan sehingga membuat mereka yang terkena, baik hewan maupun manusia, merasa nyeri. Jika semprotan mengenai mata, rasanya panas menyengat, sampai-sampai mata berair. Hanya sedikit musuh yang berani menyerangnya. Salah satunya adalah burung hantu bertanduk. Kebanyakan sudah lari sebelum bertarung. Apalagi bagi mereka yang sudah merasakan baunya. Begitu nampak warna belang hitam putih di depannya, langsung ia ambil langkah seribu, jangan sampai ia merasakan bau yang tak tertahankan busuknya itu.

Copyright © PT Bangun Satya Wacana (Gramacom) 2000
Jl. Palmerah Barat No 29-31 Jakarta 10270 Indonesia telp.: (62-21) 5494333, 5301991 Ext.: 1300-1306 Web Master