Teman-teman pernah mencoba touch screen / layar sentuh ?
Touch screen merupakan sebuah perangkat keras yang mirip seperti monitor komputer tetapi
mempunyai kelebihan dibandingkan monitor biasa. Layar sentuh atau dalam bahasa Inggrisnya
Touchscreens, touch screens, touch panels atau touchscreen panels adalah layar tampilan komputer
yang sensitif terhadap sentuhan manusia, sehingga seseorang dapat berinteraksi dengan komputer
dengan cara menyentuh gambar atau tulisan yang terpampang pada layar komputer.
Touchscreen sering dipakai pada kios informasi ditempat-tempat umum, misalnya di bandara dan
rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer.
Sistem touchscreen tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif
sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor
yang sudah ada
Touchscreen: Teknologi Tua yang Masih Elegan
Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan kita yang
menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinu dan terdapat banyak
sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat
touchscreen yang dapat digunakan.
Touchscreen jenis ini diklaim sebagai jenis touchscreen yang paling canggih dan memiliki banyak
keunggulan daripada kedua jenis touchscreen lainnya. Karena tidak menggunakan bahan pelapis metalik
melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan
cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen.
Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan
lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak atau haus ketika di sentuh, tidak ada lapisan
yang akan rusak ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.
Kekurangan layar sentuh
Namun touchscreen ini juga bukannya tanpa kelemahan. Meskipun secara fisik kebal terhadap
gangguan elemen-elemen luar, kinerja dari layar sentuh ini dapat diganggu oleh elemen-elemen
seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain
yang menempel di atasnya maka layar sentuh dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan.
Sensor-sensor ultrasoniknya akan langsung bekerja dengan baik. Maka itu layar sentuh jenis
ini harus dijaga dengan ekstra hati-hati. Layar sentuh jenis ini sangat cocok digunakan
pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi
dengan sangat jernih dan tajam, presentasi dalam ruangan, dan banyak lagi.
Jenis layar sentuh
Capasitive Touchscreen
Touchscreen jenis ini memiliki cara kerja yang cukup rumit, namun sangat andal dalam ketahanan
dan kejernihannya. Capasitive touchscreen memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan
kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya.
Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang
dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.
Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu
lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan
berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai
arus listrik yang dijadikan referensi. Ketika jari tangan kita menyentuh permukaan lapisan
ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang
masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh
sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Controller ini berfungsi untuk
meneruskan informasi tersebut ke mesin pengalkulasi posisi dari gangguan atau sentuhan
tersebut. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.
Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen
sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari
sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan
dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.
Capasitive touchscreen sangat berbeda dengan kedua jenis touchscreen sebelumnya. Touchscreen
jenis ini baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari
benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari-jari kita. Tidak seperti Resistive atau
Surface wave yang dapat disentuh dengan jari tangan ataupun stylus, touchscreen ini hanya
dapat dioperasikan dengan jari saja. Tetapi dengan adanya sifat seperti ini, maka touchscreen
ini tidak mudah terpengaruh oleh gangguan dari benda-benda lain di atasnya seperti misalnya debu
atau air.
Tampilan layarnya pun sangat jernih daripada jenis Resistive touchscreen sehingga sangat cocok
untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di
restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dan banyak lagi.
Bagaimana Sebuah Layar Touchscreen Bekerja?
Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana terdiri dari tiga buah komponen utama dalam
bekerja. Komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Touch Sensor
Touch sensor merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor. Input dari touchscreen
adalah sebuah sentuhan, maka dari itu sensornya juga merupakan sensor sentuh. Biasanya
sensor sentuh berupa sebuah panel terbuat dari kaca yang permukaannya sangat responsif
jika disentuh. Touch sensor ini diletakkan di permukaan paling depan dari sebuah layar
touchscreen, dengan demikian area yang responsif terhadap sentuhan menutupi area pandang
dari layar monitor. Maka dari itu ketika kita menyentuh permukaan layar monitornya,
input juga telah diberikan oleh kita. Teknologi touch sensor yang kini banyak
digunakan terdiri dari tiga macam, seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu Resistive
touchscreen, Capasitive touchscreen, dan Surface wave touchscreen. Semua jenis sensor
ini memiliki cara kerja yang sama, yaitu menangkap perubahan arus dan sinyal-sinyal listrik
yang ada pada sensor tersebut, merekamnya dan mengubahnya menjadi titik-titik koordinat
yang berada di atas layar, sehingga posisi tepat dari sebuah sentuhan dapat langsung diketahui dengan benar.
2. Controller
Controller merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhansentuhan tersebut. Ketika sensor-sensor merekam sebuah even sentuhan, maka data yang dimilikinya diteruskan ke sebuah controller. Controller tersebut kemudian akan melakukan penerjemahan informasi dari sensor-sensor tersebut menjadi informasi yang dimengerti oleh prosessor komputer. Setelah informasi masuk dan diproses oleh processor, maka hasil akhirnya akan dikeluarkan lagi ke monitor untuk ditampilkan. Kembali controller bertugas untuk menterjemahkan informasi dari processor untuk diubah menjadi sebentuk gambar yang ditampilkan di atas layar monitor.
3. Software driver
Software driver merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC yang tugasnya adalah untuk mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan. Software driver akan mengatur operating system dari perangkat komputer bagaimana caranya menangani even-even sentuhan yang berasal dari sensor-sensor di atas layar touchscreen. Kebanyakan dari driver touchscreen saat ini sudah menggunakan driver yang hampir sama dengan driver sebuah mouse. Hal ini akan membuat sebuah even sentuhan pada satu titik di layar monitor seperti sebuah even klik pada mouse di posisi yang sama. Dengan menggunakan driver dari perangkat mouse, maka para developer program tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana programnya dapat berinteraksi dengan sebuah touchscreen.
Touchscreen di Mana-mana
Jika teman-teman ingin merasakan layar touchscreen namun tidak punya PDA atau TabletPC,
pergilah ke mall-mall atau ke kumpulan mesin ATM. Di sana teman-teman akan menemukan
sebuah aplikasi touchscreen yang sangat tepat. Penunjuk direktori atau iklan promosi
di mall tersebut sudah bisa kita akses dengan menyentuhkan jari kita di sebuah layar besar.
Atau jika kita hanya ingin mentransfer uang tanpa mengambil uang cash, saat ini banyak
tersedia mesin ATM dengan touchscreen. Semua itu tentu bertujuan untuk memudahkan
kita berinteraksi dengan komputer, sehingga informasi yang ingin dicari dapat cepat
tersampaikan.
Selain itu, pihak penyedia jasa tentu tidak perlu menyewa seseorang untuk berinteraksi
dengan kita dalam mencari informasi. Sangat efisien, bukan? Selamat mencoba!
Sumber :
wikipedia