Ke Menu Utama

Menu Utama | Cerita Anak | Monyet dan Ayam

Sub Rubrik

Cerita Asli Indonesia
- Aji Saka
- Timun Emas
- Keong Mas
- Lutung Kasarung
- Malin Kundang
- Loro Jonggrang
- Cindelaras
- Telaga Bidadari
- Karang Bolong
- Asal Usul Danau Toba
- Putri Tandampalik
- Sangkuriang
- Hikayat Bunga Kemuning
- Sungai Jodoh
- Si Dayang Bandir
- Hang Tuah
- Putri Nilarani
- Bende Emas
Cerita Umum
- Kancil si Pencuri Timun
- Kera Jadi Raja
- Kelelawar Yang Pengecut
- Bende Wasiat
- Si Kancil Kena Batunya
- TIGA SEKAWAN
- Seruling Ajaib
- Paman Alfred dan 3 ekor Rakun
- Mia dan Si Kitty
- Landi Landak Yang Kesepian
- Paman Gober dan Ikan Ajaib
- Moni, Monyet Yang Licik
- Putri Melati Wangi
- Keledai pembawa garam
- Semut dan Kepompong
- Bermalam di hutan
- Si Gembala Pembohong
- Singa dan Nyamuk
- Burung elang dan burung gagak
- Monyet dan Ayam
Cerita Dari Mancanegara
- Gadis Penjual Korek Api
- Petualangan Tom Sawyer
- Tukang Sepatu Dan Liliput
- Aladin dan Lampu Ajaib
- Balas Budi Burung Bangau
- Alibaba dan 40 Penyamun
- Saudagar Jerami
- Petualangan Guliver
- Cinderela
- Petualangan Sinbad
- Gonbe dan 100 Itik
- Putri Tidur
- Jack dan Pohon Kacang
- Pangeran Katak
- Pinokio Si Boneka Kayu

Monyet dan Ayam

Pada suatu zaman, ada seekor ayam yang bersahabat dengan seekor monyet. Si yamyam dan si monmon namanya. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si monmon yang suka semena-mena dengan binatang lain. Hingga, pada suatu petang Si monmon mengajak Yamyam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang, si monmon mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Yamyam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. “Lepaskan aku, mengapa kau ingin memakan sahabatmu?” teriak si Yamyam. Akhirnya Yamyam, dapat meloloskan diri.

Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. Si Kepiting merupakan teman Yamyam dari dulu dan selalu baik padanya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang rumah si Kepiting. Disana ia disambut dengan gembira. Lalu Yamyam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Monmon.

Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si monmon. Ia berkata, "mari kita beri pelajaran si monmon yang tidak tahu arti persahabatan itu." Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Monmon. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si monmon untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat. Kemudian si Yamyam mengundang si monmon untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Kera segera menyetujui ajakan itu karena ia berpikir akan mendapatkan banyak makanan dan buah-buahan di pulau seberang. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai ditengah laut, Yamyam dan kepiting berpantun. Si Ayam berkokok "Aku lubangi ho!!!" Si Kepiting menjawab "Tunggu sampai dalam sekali!!"

Setiap kali berkata begitu maka si Yamyam mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut, sedangkan Si Yamyam dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si monmon yang berteriak minta tolong karena tidak bisa berenang. Akhirnya ia pun tenggelam bersama perahu tersebut.

(Disarikan dari Abdurrauf Tarimana, dkk, "Landoke-ndoke te Manu: Kera dan Ayam," Cerita Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara, Jakarta: Dept. P dan K, 1978, hal. 61-62

Moral : Sebagai sahabat, tidak sepatutnya kita mengkhianati atau membohongi teman kita. Perbuatan kita suatu saat pasti akan mendapatkan balasannya.

Copyright© PT Bangun Satya Wacana 2008
Jl. Palmerah Barat No 29-31 Jakarta 10270 Indonesia telp.: (62-21) 5494333, 5301991 Ext : 3807 Web Master