Di suatu desa ada seorang anak gembala. Setiap hari dia menggembalakan kambingnya
di padang rumput agak jauh dari desa. Si Gembala itu anak yang nakal. Dia suka
berbuat usil dengan teman-temannya. Pada suatu hari yang panas, dia sedang menggembala
kambing-kambingnya di sebuah padang rumput, tak jauh dari desanya. Di kelompok lain,
kambing-kambing orang-orang desa digembalakan juga, meski tidak ada yang menjaganya.
Tiba-tiba, dia punya ide jahat untuk membohongi warga desa.
Kemudian dia berteriak keras, "Ada serigala! Ada serigala! Tolong... tolong...tolong!"
"Serigala mau makan kambing-kambing kita." Dia berharap warga desa mendengar
teriakannya dan segera berlari ke arah padang rumput.
Warga desa yang mendengar teriakan anak itu segera berlari ke padang rumput
untuk menyelamatkan kambing-kambing mereka.
Namun ketika mereka sampai, ternyata tidak ada serigala. Hanya anak gembala itu
yang tertawa terpingkal-pingkal melihat warga desa yang telah dibohonginya.
Keesokan harinya, anak gembala tersebut mengulangi tipuannya. Dia berteriak lebih
keras dari sebelumnya, “ada serigala…. Ada serigala… kambing-kambing kita mau dimakan…
Warga desa kembali bergegas hendak menyelamatkan kambing-kambing mereka. Anak
gembala itu kembali tertawa terpingkal-pingkal.
Sampai pada suatu hari, segerombolan serigala benar-benar datang
menghampiri kambing-kambing anak gembala itu. Si anak gembala
begitu ketakutan dan segera berteriak
keras sekali, "Tolooong... toloooong, ada serigala mau makan kambing kambing ku, tolong!"
Para warga desa mendengar teriakan anak gembala itu. Namun mereka diam saja, dikira
pasti itu tipuan anak gembala itu lagi. Maka mereka diam saja di desa meneruskan
pekerjaan mereka. Malang si anak gembala, semua kambingnya habis dimakan serigala.
Begitulah nasib yang menimpa anak yang sering berbohong: bahkan berkata benar pun
tidak ada orang yang akan percaya.
Pesan Moral : Jangan suka berbohong pada orang lain, karena jika
sering berbohong maka orang lain akan menjadi tidak percaya dengan
perkataan kita.